DIRBT UI Tandatangani Kontrak Program Hilirisasi Riset Prioritas 2026

Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong hilirisasi hasil riset nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan dengan Universitas Indonesia.

Kontrak yang ditandatangani pada Senin, 20 April 2026 tersebut melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan serta Chairul Hudaya, Ph.D. selaku Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk inovasi yang siap dihilirisasi dan dimanfaatkan oleh industri serta masyarakat luas.

Dalam program tahun ini, Universitas Indonesia mencatatkan capaian signifikan dengan sebanyak 27 proposal dinyatakan lolos pendanaan. Total nilai pendanaan yang berhasil diraih mencapai hampir Rp10 miliar, mencerminkan tingginya kualitas dan kesiapan inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti UI untuk masuk ke tahap hilirisasi.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem inovasi di lingkungan UI yang terus diarahkan pada riset berdampak. Ia menyampaikan bahwa program hilirisasi bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga memastikan keberlanjutan inovasi hingga dapat diadopsi oleh industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penandatanganan kontrak ini menjadi momentum penting bagi Universitas Indonesia untuk mempercepat hilirisasi riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Chairul.

Ia juga menambahkan, “melalui dukungan program ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar masuk ke tahap produksi, dimanfaatkan secara luas, serta berkontribusi pada penguatan kemandirian teknologi nasional.”

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DIRBT UI akan terus mengawal proses hilirisasi mulai dari tahap pengembangan, validasi, hingga kemitraan dengan industri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk inovasi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.

Program Hilirisasi Riset Prioritas sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam mendorong komersialisasi hasil riset perguruan tinggi. Melalui program ini, berbagai inovasi unggulan diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara dunia riset dan kebutuhan industri.

Dengan capaian 27 proposal dan pendanaan hampir Rp10 miliar, Universitas Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan dalam pengembangan riset berdampak di Indonesia. Ke depan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri diharapkan semakin kuat guna menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.