Semarang, 18 Juli 2025 — Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT UI) melakukan pertemuan strategis dengan PT Triangle Motorindo (VIAR), produsen otomotif ternama asal Semarang. Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan infrastruktur pendukungnya di Indonesia. Di tengah tantangan dan dinamika pasar EV nasional, kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri melalui solusi berbasis riset yang inovatif dan aplikatif.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Kedua belah pihak menyatakan kesamaan visi untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diskusi terfokus pada berbagai aspek strategis, mulai dari pengembangan teknologi fast charging dan smart SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), hingga solusi berkelanjutan untuk daur ulang baterai kendaraan listrik.
“Kami sangat terbuka dengan kolaborasi ini. UI memiliki sumber daya riset yang mumpuni, sementara VIAR memiliki pengalaman panjang di industri otomotif. Ini kesempatan emas untuk menciptakan solusi EV yang lebih baik,” ujar Tri Susilo, Direktur Utama VIAR Motorindo. Ia menekankan pentingnya menjembatani kekuatan riset akademik dengan kebutuhan praktis industri agar tercipta teknologi yang relevan dan siap diterapkan.
Sebagai pelopor kendaraan roda tiga dan pelaku aktif dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan, VIAR memiliki pengalaman panjang di sektor otomotif nasional. Namun, menurut Heru Sugiantoro, Manager R&D VIAR, tantangan di sektor kendaraan listrik masih cukup kompleks, terutama dalam hal kesiapan infrastruktur dan adopsi pasar. “Kami percaya hybrid masih menjadi solusi transisi yang realistis, tetapi dengan dukungan riset dari UI, kami optimistis bisa melompat lebih jauh dalam pengembangan EV,” jelas Heru.
Dari pihak Universitas Indonesia, pertemuan ini dihadiri oleh tim lintas disiplin dari Fakultas Teknik yang memiliki rekam jejak kuat dalam riset kendaraan listrik. Termasuk di antaranya Prof. Dr. Feri Yusivar, Direktur RCAVe FTUI yang dikenal sebagai pakar dalam teknologi kendaraan listrik, serta Dr. Abdul Muis dan Dr.-Ing. Budi Sudiarto yang telah aktif dalam pengembangan sistem kontrol dan energi terbarukan.
Wisnu Sardjono Soenarso, Kepala Divisi Transfer Teknologi DIRBT UI, menyatakan bahwa UI siap memberikan dukungan nyata melalui riset dan model hilirisasi teknologi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. “Kami melihat peluang besar di sini. UI tidak hanya bisa membantu dalam riset baterai dan charging, tetapi juga dalam model bisnis hilirisasi teknologi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa riset tidak boleh berhenti di laboratorium, melainkan harus dikembangkan hingga siap diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Menutup pertemuan, Sigit Achmad Syarifuddin dari DIRBT UI menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari misi besar menuju kemandirian teknologi otomotif Indonesia. “Ini bukan sekadar kerja sama biasa, tapi langkah nyata menuju kemandirian teknologi otomotif Indonesia,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara kampus dan industri, inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam transisi menuju energi bersih.
Penulis: Achmad Sigit
Editor: Salim



