UI dan PT AV Simulator Jajaki Kolaborasi Strategis Hilirisasi Riset Simulator Kesehatan & Pertahanan Berbasis AI

Bandung, 30 Juni 2025 — Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT UI) menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Alam Virtual Semesta (AVS), perusahaan pionir di bidang teknologi imersif dan Artificial Intelligence (AI). Pertemuan awal ini menjadi momentum penting dalam menghubungkan kekuatan riset UI dengan kebutuhan industri, khususnya dalam pengembangan simulator canggih untuk sektor kesehatan dan pertahanan nasional.

Langkah kolaboratif ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui kerja sama hilirisasi riset dan lisensi teknologi berbasis Virtual Reality (VR), AI, dan analitik data. DIRBT UI dan AVS sepakat untuk mengembangkan sejumlah produk simulator strategis, di antaranya:

  • Simulator Operasi Gigi (bidang kesehatan),

  • Simulator Tank dan Keamanan Maritim (bidang pertahanan),

  • Simulator Transportasi dan Pertambangan.

“UI memiliki peneliti dan kekayaan intelektual yang sangat relevan, seperti di bidang kedokteran gigi dan rekayasa teknologi. AVS di sisi lain punya pengalaman dan jaringan pasar yang kuat. Ini momen tepat untuk menyelaraskan kekuatan kami dalam upaya hilirisasi riset,” ujar Sigit dari DIRBT UI.

AVS menyatakan antusiasmenya dalam menggandeng UI untuk memperluas pengembangan dan pemanfaatan teknologi simulator di Indonesia. “Kami melihat UI sangat terbuka untuk berkolaborasi. Teknologi kami siap mendukung pengembangan alat pelatihan berbasis riset. Kami juga membutuhkan masukan dari bidang kedokteran, terutama untuk pengembangan simulator kesehatan,” jelas perwakilan AVS.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula beberapa skema kolaborasi strategis yang akan dieksplorasi lebih lanjut, antara lain:

  1. Lisensi Teknologi – Pemanfaatan kekayaan intelektual UI untuk mendukung pengembangan produk AVS.

  2. Joint Research & Development (R&D) – Kolaborasi riset lintas fakultas UI, khususnya dalam pengembangan simulator kesehatan seperti Dental Simulator.

  3. Co-Branding – Penggabungan reputasi akademik UI dan keunggulan teknis AVS.

  4. Strategic Sales Partnership – Pemanfaatan jaringan pasar AVS untuk distribusi produk hasil kolaborasi.

Sebagai tindak lanjut konkret, kedua pihak akan segera menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) dan memetakan potensi peneliti UI yang relevan untuk keterlibatan dalam proyek percontohan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan awal simulator alat kesehatan yang dapat segera diuji coba secara nasional.

Wisnu Sardjono Soenarso dari DIRBT UI menambahkan, “Kami optimistis kolaborasi ini akan menjadi model ideal sinergi kampus dan industri, yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan teknologi nasional.”

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, UI dan AVS siap menjadi pelopor dalam mendorong transfer teknologi dan akselerasi inovasi berbasis riset menuju kemandirian teknologi nasional.