Depok, 3 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) pada hari keenam SEA Immersion Leadership (SAIL) Programme 2025. Program kolaboratif antara Universitas Indonesia (UI) dan Ngee Ann Polytechnic (NP) Singapura ini mencapai puncaknya melalui rangkaian kegiatan yang memadukan inovasi, budaya, dan semangat kebersamaan lintas negara. Sejak pagi, para peserta bersiap dengan energi positif. Setelah sarapan dan sesi assembly, mereka berangkat menuju STP UI untuk mengikuti kegiatan utama hari itu, yakni Pitching Session dan Final Presentation. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para peserta untuk menampilkan hasil kerja keras mereka selama hampir seminggu berupa ide dan prototipe inovatif yang menjawab tantangan keberlanjutan di perkotaan Jakarta.
Dalam sesi presentasi tersebut, peserta memaparkan solusi kreatif yang mencakup berbagai isu penting seperti pengelolaan sampah berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pariwisata hijau berbasis masyarakat. Mereka menampilkan hasil riset lapangan, rancangan solusi, serta dampak sosial yang dapat diimplementasikan di dunia nyata. Panel juri yang hadir untuk menilai adalah para profesional di bidang keberlanjutan dan investasi, yaitu Fatika Akmaliana (Investment Associate SWEF Capital), Rohib, Ph.D. (Sustainability Support Manager, Center for Sustainability and Waste Management Universitas Indonesia), dan Imam Pesuwaryantoro (ESG, Sustainability & Communication, Plasticpay). Para juri memberikan apresiasi atas kedalaman analisis, kreativitas, dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan peserta. Mereka menilai bahwa gagasan-gagasan yang lahir dari program ini berpotensi menjadi langkah nyata menuju kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Gambar 1: Pitching Session dan Final Presentation
Usai sesi pitching, peserta melanjutkan kegiatan Cultural Performance Preparation, di mana mereka menampilkan pertunjukan seni yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia dan Singapura. Musik, tari, dan penampilan kreatif menjadi simbol indah dari persahabatan lintas negara yang terjalin sepanjang program. Malam harinya, suasana berubah menjadi penuh kehangatan dalam Gala Dinner dan NP Student Performance & Entertainment. Seluruh peserta, Buddy, dan panitia berkumpul dalam suasana hangat, berbagi cerita dan refleksi tentang perjalanan mereka selama program berlangsung.
Pada sesi Awarding, penghargaan diberikan kepada tim-tim terbaik dalam berbagai kategori, termasuk Inovasi Terbaik, Presentasi Paling Inspiratif, dan Solusi Berkelanjutan Paling Aplikatif. Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada pemenang games dalam sesi team building sebagai bentuk apresiasi atas kekompakan, kreativitas, dan semangat kerja sama yang telah mereka tunjukkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Closing Ceremony, yang menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas perjalanan kolaboratif yang telah dilalui bersama.

Gambar 2: Pemberian penghargaan kepada tim dengan ide inovasi terbaik
Chairul Hudaya menuturkan bahwa SAIL Programme menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas negara mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, visioner, dan berdaya saing global. “Program ini bukan sekadar pertukaran pengalaman akademik, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berpikir kritis, berempati, dan bekerja sama lintas budaya. Inovasi yang lahir dari proses ini menunjukkan bahwa semangat keberlanjutan dan kolaborasi sudah tumbuh kuat di hati para peserta,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Sekitar pukul 9.45 malam, para peserta kembali ke hotel dengan perasaan bangga, bahagia, dan penuh inspirasi. Hari keenam ini menjadi simbol puncak dari perjalanan luar biasa para peserta — bukan hanya dalam menciptakan inovasi, tetapi juga dalam membangun persahabatan dan semangat kolaborasi lintas negara demi terwujudnya masa depan Asia Tenggara yang lebih berkelanjutan.



