Jakarta, 7 November 2025 — Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Workshop Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dan Kegiatan Monitoring & Evaluasi (Monev) di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta. Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kapasitas peneliti, dosen, mahasiswa, dan startup dalam memahami serta mengukur kesiapan inovasi menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi.
Workshop TKT bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pengukuran Technology Readiness Level (TRL) atau Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) — indikator penting dalam menentukan kesiapan suatu teknologi untuk diterapkan dan diadopsi oleh pengguna. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Pendanaan Inovasi di lingkungan Universitas Indonesia.
Pada kegiatan yang dibuka oleh Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D., selaku Kasubdit Riset Berdampak Tinggi DIRBT UI, peserta memperoleh materi mengenai konsep, indikator, dan bukti pengukuran TKT yang disampaikan oleh narasumber ahli. Selain sesi pemaparan oleh narasumber, peserta juga melakukan simulasi penilaian TKT terhadap berbagai studi kasus inovasi di bidang rekayasa keteknikan, alat kesehatan, sosial-humaniora, serta obat dan pangan fungsional.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sesi pemberian materi mengenai TKT 1 hingga TKT 9 yang disampaikan oleh Bapak Susalit Setya Wibowo, S.Si., MT. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta secara luring dan 191 peserta secara daring. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pemaparan materi yang mencakup penjelasan konsep, indikator penilaian, serta contoh penerapan TKT dalam berbagai bidang inovasi.
Pada hari kedua, peserta diminta untuk melakukan simulasi penilaian TKT terhadap berbagai studi kasus produk inovasi berdasarkan kelompok bidang, yaitu: Inovasi Rekayasa Keteknikan, Inovasi Alat Kesehatan, Inovasi Sosial dan Humaniora, dan Inovasi Obat dan Pangan. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta secara luring dan 213 peserta secara daring.
Selain itu, workshop juga menghadirkan kuliah umum bertajuk “Artificial Intelligence for Entrepreneurs: How Technology Shapes the Future of Business” yang memberikan wawasan kepada peserta tentang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk pengembangan inovasi dan usaha. Kegiatan dilanjutkan dengan Coaching Clinic Legal serta Coaching Clinic Proposal bagi para startup binaan DIRBT untuk memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi proses hilirisasi dan komersialisasi.
Pada hari ketiga dan keempat, kegiatan Monev dilaksanakan secara paralel dengan sesi review TKT satu per satu untuk masing-masing peneliti PPI dan startup kegiatan ini diikuti oleh TKT 71 tim dan Monev 43 tim. Hasil evaluasi dituangkan dalam Berita Acara Review TKT sebagai dasar rekomendasi teknis dan administrasi bagi kelanjutan program pendanaan inovasi.
Menurut Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D., kegiatan ini merupakan upaya DIRBT UI untuk memperkuat pemahaman peneliti dan startup UI terhadap Tingkat Kesiapterapan Teknologi dalam peta jalan pengembangan produk inovasi hingga hilirisasi, terutama dalam memenuhi target luaran dari pendanaan inovasi dan startup untuk meningkatkan level TKT di akhir pendanaan.
Pelaksanaan Workshop TKT dan Monev ini menjadi bukti komitmen DIRBT UI dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang terukur, berkelanjutan, serta berdampak tinggi. Melalui kolaborasi antara narasumber, fasilitator, dan reviewer professional, kegiatan ini berhasil memberikan ruang pembelajaran dan pendampingan yang komprehensif.



