Ahmad Zulfikri Taning, Ph.D.
Kepala Sub Direktorat HKI & Promosi
Ahmad Zulfikri Taning merupakan peneliti dengan pengalaman lebih dari delapan tahun di bidang teknologi fuel cell hidrogen, khususnya dalam pengembangan material dan elektrokatalis tingkat lanjut. Ia meraih gelar Sarjana Teknik di bidang Metalurgi dan Material dari Universitas Indonesia, serta gelar Ph.D. dari Korea Selatan dengan fokus pada formulasi catalyst ink dan optimasi kinerja membrane electrode assembly (MEA) pada teknologi fuel cell.
Sebelum berkiprah di bidang kekayaan intelektual, Taning memiliki pengalaman sebagai peneliti postdoctoral di Shinshu University, Jepang, dalam proyek yang didanai oleh NEDO. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam riset material maju dan teknologi energi bersih, khususnya terkait pengembangan elektrokatalis berperforma tinggi.
Didorong oleh ketertarikan terhadap aspek implementasi dan perlindungan inovasi, ia kemudian beralih ke bidang kekayaan intelektual. Ia sempat berkarier di firma kekayaan intelektual internasional sebagai Patent Engineer, dengan tanggung jawab melakukan peninjauan aplikasi paten dari aspek teknis dan hukum sesuai regulasi di Indonesia, melakukan penelusuran dokumen paten melalui basis data internasional seperti Espacenet, WIPO, dan PDKI, serta mengevaluasi kebaruan dan kelayakan paten berdasarkan standar WO-ISA. Selain itu, ia juga berpengalaman dalam berkoordinasi dengan pemeriksa DJKI dalam proses pemeriksaan substantif.
Dalam perjalanan kariernya, Taning telah menangani berbagai bidang teknologi, termasuk manufaktur material, proses minyak dan gas, hingga inovasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Saat ini, ia diberi tanggung jawab sebagai Kepala Subdirektorat Kekayaan Intelektual dan Promosi di Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab mendukung peneliti internal maupun mitra eksternal dalam melindungi kekayaan intelektual, sekaligus mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil riset agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan industri.