Depok, 29 September 2026 — Universitas Indonesia (UI) dan Ngee Ann Polytechnic (NP) menyelenggarakan SEA Immersion Leadership (SaIL) Programme 2026 pada 21–26 September 2026 di Jakarta. Mengusung tema “AI for Impact – Designing Responsible Solutions for Southeast Asia”, program ini mempertemukan mahasiswa UI dan NP untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) dapat dimanfaatkan dalam merancang solusi yang memberikan dampak bagi masyarakat di Asia Tenggara.
Kepala Unit Kerja Khusus Science Techno Park (UKK STP) UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menyampaikan bahwa SaIL Programme 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa UI dan NP untuk belajar dari pengalaman nyata, bertukar perspektif, dan mengembangkan solusi bersama. “SaIL Programme 2026 menjadi ruang kolaborasi yang penting bagi mahasiswa Universitas Indonesia dan Ngee Ann Polytechnic untuk belajar dari pengalaman nyata, bertukar perspektif, dan mengembangkan solusi bersama. Melalui tema AI for Impact – Designing Responsible Solutions for Southeast Asia, peserta tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, tetapi juga diajak melihat bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan Asia Tenggara. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus membangun kolaborasi dan menghasilkan gagasan inovatif yang memiliki dampak nyata.”
Rangkaian SaIL Programme 2026 dirancang melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kolaborasi lintas budaya, dan hands-on problem solving. Peserta mengikuti pembukaan dan pengarahan program di Science Techno Park UI sebelum melanjutkan kegiatan ke Lintasarta. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan teknologi melalui pemaparan studi kasus, sesi tanya jawab, kunjungan fasilitas, serta workshop untuk menganalisis materi yang diberikan oleh praktisi industri.
Pembelajaran berlanjut melalui kunjungan ke Jakarta Smart City (JSC). Peserta mempelajari penerapan teknologi dalam mendukung pengelolaan kota melalui presentasi, sesi tanya jawab, dan tur di JSC Command Center. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dalam konteks pengelolaan kota.
Setelah memperoleh wawasan dari industri dan institusi, peserta memasuki tahap pengembangan solusi melalui Fireside Chat with Experts, prototyping workshop, validasi rancangan solusi, serta mentoring dan finalisasi prototipe. Proses ini mendorong peserta untuk mengolah berbagai perspektif yang diperoleh selama program menjadi gagasan dan prototipe yang lebih terarah.
Tahap akhir program diisi dengan persiapan presentasi dan presentation and pitching di Science Techno Park UI. Peserta mempresentasikan solusi dan prototipe yang telah dikembangkan selama program. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner, awarding, dan pemberian sertifikat.
Selain rangkaian pengembangan solusi, peserta juga mengikuti kegiatan di Kertabumi Recycling Center serta eksplorasi kawasan Blok M. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta selama mengikuti program di Jakarta.
Melalui SaIL Programme 2026, UI dan Ngee Ann Polytechnic mempertemukan mahasiswa dalam ruang pembelajaran yang menggabungkan teknologi, kolaborasi lintas budaya, dan pemecahan masalah. Sejalan dengan tema “AI for Impact – Designing Responsible Solutions for Southeast Asia”, program ini mendorong peserta untuk tidak hanya memahami perkembangan AI, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana teknologi dapat dirancang dan diterapkan secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan di Asia Tenggara.



