DIRBT UI Perkuat Koordinasi Pengadaan Strategis 2026 untuk Dukung Infrastruktur Riset Berbasis AI

Depok, 7 Juli 2026 – Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia (UI) menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Progress Pengadaan Tahun 2026 pada 6–7 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses pengadaan strategis berjalan sesuai target waktu, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta mendukung penguatan ekosistem riset berteknologi tinggi di Universitas Indonesia.

Rapat dihadiri oleh Kepala Divisi Operasional, Kepala Kantor Pemilihan Penyedia, Koordinator Layanan, Project Management Unit (PMU) PRIMESTeP, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tim peneliti, perwakilan laboratorium, serta jajaran staf DIRBT UI. Forum ini menjadi wadah koordinasi untuk menyelaraskan kesiapan administrasi maupun teknis dalam pelaksanaan pengadaan tahun 2026.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah progres pengadaan server GPU beserta infrastruktur pendukung yang akan menjadi fondasi pengembangan komputasi berkinerja tinggi (High Performance Computing/HPC) bagi berbagai kegiatan riset di Universitas Indonesia. Tim PMU, PPK, dan Tim Pengadaan menyampaikan bahwa paket pengadaan ditargetkan tayang pada awal Agustus 2026 dengan penandatanganan kontrak pada akhir September 2026. Nilai pengadaan diperkirakan mencapai sekitar Rp39,48 miliar yang terbagi ke dalam dua paket utama.

Dalam sesi pembahasan teknis, tim pengguna bersama tim teknis melakukan finalisasi spesifikasi server GPU agar mampu memenuhi kebutuhan komputasi riset jangka panjang. Spesifikasi yang dibahas mencakup penggunaan server dengan minimal delapan GPU yang masing-masing memiliki kapasitas video RAM minimal 96 GB. Selain memperhatikan performa, penyusunan spesifikasi juga diarahkan agar tetap menjaga kompatibilitas dengan infrastruktur yang telah dimiliki Universitas Indonesia sehingga dapat mendukung keberlanjutan operasional sistem komputasi yang telah tersedia.

Pembahasan turut mencakup penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) melalui survei pasar sebagai dasar penetapan harga yang wajar dan akuntabel. Di sisi lain, tim juga menyusun langkah-langkah administratif untuk memastikan seluruh dokumen pengadaan, termasuk dokumen dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, dapat diselesaikan sebelum jadwal penayangan paket. Berbagai aspek lain seperti kepastian fasilitas perpajakan, pembebasan bea masuk, hingga kesiapan RUP ID juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Sebagai tindak lanjut, seluruh tim yang terlibat berkomitmen menyelesaikan finalisasi spesifikasi teknis, memperbarui HPS berdasarkan hasil survei pasar, memastikan kepastian aspek perpajakan, serta menyiapkan seluruh dokumen pengadaan sebelum paket diumumkan pada awal Agustus 2026. Koordinasi berkala juga akan terus dilakukan agar target penandatanganan kontrak pada akhir September 2026 dapat tercapai sesuai jadwal.

Melalui rapat koordinasi ini, DIRBT UI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pengadaan yang akuntabel, efektif, dan tepat sasaran sebagai bagian dari penguatan infrastruktur riset nasional. Ketersediaan fasilitas komputasi berperforma tinggi diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi dan riset berdampak tinggi serta mendukung pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di Universitas Indonesia.