Depok, 15 Januari 2026 — Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi/Unit Kerja Sama dan Transfer Pengetahuan (DIRBT/UKSTP) Universitas Indonesia menerima kunjungan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI beserta jajaran dalam rangka penjajakan kerja sama strategis. Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas unit di lingkungan UI, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Dalam pertemuan ini, kedua pihak mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari pemanfaatan fasilitas laboratorium hingga komersialisasi dan hilirisasi hasil riset di bidang kesehatan masyarakat.
Prof. Indri menyampaikan bahwa FKM UI memiliki berbagai laboratorium yang tidak hanya digunakan untuk kegiatan praktikum mahasiswa, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai layanan (services) bagi industri, instansi pemerintah, maupun perguruan tinggi lain. “Dari pertemuan ini, kami baru memahami bahwa STP UI dapat langsung mewadahi potensi tersebut melalui platform solution.ui.ac.id. Ke depan, laboratorium-laboratorium di FKM akan kami daftarkan dalam ekosistem yang dikelola oleh UKSTP UI,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mendorong hilirisasi hasil riset di lingkungan FKM UI. “Harapan kami, STP UI dapat membantu membangun atmosfer saintifik di FKM agar riset tidak hanya berhenti pada publikasi jurnal, tetapi dapat berlanjut hingga tahap hilirisasi. Inilah yang akan menjadi fokus kolaborasi kami ke depan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menegaskan bahwa laboratorium-laboratorium yang dimiliki FKM UI merupakan aset strategis dalam ekosistem inovasi Universitas Indonesia. Menurutnya, UKSTP UI hadir untuk memastikan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Laboratorium FKM UI memiliki kapasitas riset dan layanan yang sangat kuat, tidak hanya untuk mendukung kegiatan akademik, tetapi juga sebagai penyedia layanan berbasis sains bagi mitra eksternal. Melalui UKSTP UI, laboratorium-laboratorium tersebut dapat dikurasi, dipaketkan, dan dipasarkan secara profesional melalui solution.ui.ac.id, sehingga siap berkontribusi dalam kolaborasi dengan industri, pemerintah, maupun institusi lain,” ujar Chairul Hudaya, Ph.D.
Ia menambahkan bahwa integrasi laboratorium dan hasil riset dalam satu ekosistem hilirisasi akan mempercepat pemanfaatan pengetahuan menjadi solusi nyata. “Kami mendorong agar hasil riset FKM UI dan layanan laboratoriumnya tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat dan pembangunan nasional,” tutup Chairul Hudaya, Ph.D.
Melalui penjajakan kerja sama ini, DIRBT/UKSTP UI dan FKM UI sepakat untuk menindaklanjuti potensi kolaborasi dalam bentuk program konkret, baik di bidang layanan laboratorium, pengembangan inovasi, maupun transfer teknologi dan pengetahuan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi riset yang menghasilkan inovasi berdampak dan berkelanjutan.



